Friday, October 1, 2010

Go internasional = Interlokal??

Hm.. ternyata syusyah juga ya mencari seminar internasional di lokal yang memenuhi kriteria yang dibuat oleh si eyang penguasa, misalnya :
  • Reviewer minimal 4 orang yang  berasal dari 4 negara berbeda
  • Minimal 5 pembicara dari 3 negara berbeda. Komposisi pembicara dapat diganti dengan komposisi  peserta, minimal ada 60% peserta dari luar Negara tempat penyelenggara
Nah... terrrnyata, untuk beberapa seminar yang bertajuk "internationale" yang diselenggarakan di lokal, 2 kondisi tersebut kadang-kadang tidak belum terlihat di web site mereka sejak awal, atau tidak selalu terpenuhi di akhir seminar. Lantas, kalo demikian hasilnya, apakah artinya seminar tersebut "mlorot" reputasinya??? Untuk point kedua misalnya, biasanya kita baru tau setelah seminar terselenggara... OOOO baru tau, ternyata yang akhirnya register kebanyakan wisatawan lokal tho..., piye???
Coba tengok list of participant dari 2 seminar nginternasional berikut:
http://www.ictel2010.com (klik bagian acceptance paper)
http://icmns.fa.itb.ac.id/registered.php (yang ini malah kudu donlot file pdf dulu, lumayan ngerjain).
Dua-duanya diselenggarakan oleh Perguruan tinggi yang terkemuka di tanah air beta, ceuk ukuran eyang mah, yang masup daftar 100 PT yang dikeluarkan DIKTI (ndak tau list itu versi apa dan taun kapan dikeluarkannya, jangan-jangan list itu diambil dari event "Indonesa mencari bakat").
Belum lagi, situs yang memuat informasi acceptance paper, tapi ndak jelas negara asalnya. Jadi kita cuma tebak-tebakan negara asal dari namanya ajah. Lha kalo nama semisal "Abdullah", kan bisa dari mana aja, misalnya Indonesa, malingsia, ngarab, pakistan, atau Garut?? Coba liat list of acceptance paper seminar ini :
nyang bikin heboh di para abdi dalem eyang, mereka ternyata pabaliut dengan konferensi ini karena citarasanya internasional, tapi diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang (menurut kertas yang tertempel di dinding samping meja kerja mereka) ndak ada pada 100 list universitas menurut DIKTI tsb. Trooos..... akhirnya salah satu abdi dalem bikin note "PT penyelenggara ndak masup 100 besar, tapi kok disetujui sama mbah Renbang ya??" haar.. emang gue pikirin?? apa ndak baca sederetan nama-nama keriting yang duduk di dewan komisi pengarah? (asal jangan fungsinya spt gue aja.. cuma ngarah makanan!!)
Jadi kadang-kadang binun niii.. terusin nggak ya kirimin papernya?? Kerjain ndak ya revisinya. Takutnya udah cape-cape dilakoni, eh pas dilaporkan ke eyang, ternyata diturunkan pangkatnya dari internasional menjadi interlokal.. yah...!!
Padahal, yang udah jelas-jelas utusan tunggal dari Indonesia tanah air beta, kayak disini nih :
ICITST 2010 (kudu donlot filenya juga.. , malah lumayan ribet, udah didonlot, kudu di-rename jadi pdf)
eh.. si eyang cuma bisa ngasih dana terbatas.. Padahal udah jelas, jelas jauhnya, jelas mahalnya, jelas jalan-jalannya, dan jelas juga reputasinya (meureun...?? dasar lebay.com).
Note:
..... aseli 100%, ga makesud pamer, cuma sekedar sharing pengalaman ajah, ternyata usaha nginternasional itu lumayan ribet yak??
Jadi, sekarang strateginya, gimana kejelian kita mencari dan menyeleksi seminar nginternasional yang lokal tetapi citarasa internasionalnya "Jelas" terasa.
Bagemana dengan seminar berikut :
DEIT 2011, ning mBali..mbah.. tgl 15-17 maret 2011. deadline paper 29 oktober
ICIII 2011 (iiiih.. banyak amat I nya.. mungkin supaya seimbang dengan huruf E pada iEEE), di mBali juga, 1-3 April 2011, deadline paper 20 November.
Atau, kalo pengen pasti direstui oleh Eyang, pilih yang deket-deket seperti di malingsia atau singaparna. Cari ndiri deh...!!
Atau mau sekalian "uji nyali" ??
ICWS 2011 , 5-10 Juli Washington
IADIS 2011,  20-26 Juli, Rome
IndonesiaFocus, 28-29 Mei, Pittsburgh, rada nggak nyambung, tapi ngkali aja ada yang tertarik.. topiknya Enterpreneurhsip
Disaster Management ?? barangkali tertarik :
atau nyari ndiri di situs WIKI CFP atau IEEE conference.
Atau, udahlah.. lupakan seminar interlokal spt itu, bagemana kalo pindah ke JURNAL INTERmilan seperti request dari email berkut:
<---------------------------------------------------------->
From: Tavana, Madjid [mailto:tavana@lasalle.edu]
Sent: Thu 9/23/2010 10:50 PM
Subject: CALL FOR PAPERS / CFP [FAST TRACK REVIEW OPPORTUNITY]: International Journal of Enterprise Information Systems (IJEIS)
SPECIAL FAST TRACK REVIEW PROCESS: All papers submitted before
November 30, 2010
will be reviewed within 4 weeks of submission.
CALL FOR PAPERS
International Journal of Enterprise Information Systems (IJEIS)
Official Publication of the Information Resources Management Association
Published: Quarterly in Print and Electronically
Double-blind refereed international journal
ISSN: 1548-1115 EISSN: 1548-1123
Published by IGI Publishing, Hershey-New York, USA
www.igi-global.com/ijeis
<---------------------------------------------------------->
hm..... daripada pusying-pusying.. mending nyanyiin lagu Bob Marley berikut ..!!
Here's a little song i wrote,
you might want to sing it note for note,
don't worry, be happy

in every life we have some trouble,
when you worry you make it double
don't worry, be happy
....................
....................
aint got no cash, aint got no style,
aint got no gal to make you smile
but don't worry, be happy

cos when you worry, your face will frown,
and that will bring everybody down,
so don't worry, be happy
OOOOO iya.. lupa.. beberapa seminar sering "Baik hati dan tidak sombong" tiba-tiba mengundurkan tanggal dead line nya di detik-detik terakhir. So, kalo niat banget, sering-seringlah tengok kembali situs tsb. Contohnya : SESINDO, yang mengundurkan diri nerima paper sampe tanggal 30 Oktober, padahal sebelumnya tanggal 15 Oktober (tapi anehnya info ini koq g ada di link asalnya ya?? ooo rupanya sampeyan diem-diem pindah toh ke link INI??)
ooo ya, jangan lupa juga, ada yang rutin, seperti SNIKA UNPAR, udah ada tuh agenda terbaru, Deadline 2 November.

Wednesday, September 1, 2010

Hukuman Masyarakat?

Sperti hasil salah satu cettingan aku dg temenku tempo hari, ternyata, hukuman masyarakat tuh lebih kejam daripada hukuman administrasi. Kalo kita bersalah, misalnya, secara administratif sudah dapat hukuman, entah dipenjara, dipecat, dlsb, tapi hukuman masyarakat kadang-kadang nggak jelas jangka waktunya dan juga skala berat-ringannya, ditambah lagi dengan gunjingan sana-sini. Hm.. jadi inget lagu kesenenganku jaman dulu, Ebiet G Ade, apa ya judulnya.. lupa, kalo nggak salah si, "Dosa siapa, ini dosa siapa?".
Dari pintu ke pintu kucoba tawarkan nama
demi terhenti tangis anakku dan keluh ibunya
tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga
seperti hendak menelanjangi dan menguliti jiwaku
apakah buku diri ini harus tetap hitam legam
apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan
sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
dengan sinar matanya yang lebih kejam dari matahari
kemanakah sirnanya nurani embun pagi
...dst...dst..
intinya lagu ini ngomongin bagemana perasaan orang waktu keluar dari penjara, nyoba-nyoba cari kerja, tapi orang2 pada ga percaya. Seperti kata pepatah, sekali lancung ke ujian, seumur-umur orang nggak percaya.
Emang wajar si nggak percaya, tapi kadang-kadang reaksi masyarakat tuh berlebihan, sampe-sampe yang terkena pun bingung gimana memperbaikinya. Bahkan sampe titik dia nggak berdaya pun teteup aja orang bikin justifikasi macem-macem. Contohnya.. tuh dulu waktu kasus jenazah pembom hotel apaaa tuh, eh pas mau dimakamin di kampungnya di Jawa Barat, tuh aparat desa dengan megahnya berkata bahwa masyarakatnya menolak jenasah tsb karena dikhawatirkan akan mengotori kampungnya.. Oh.. come on.. memangnya yang dimakamkan di kampung itu tuh orang-orang bersih dan suci semua? Lagipula, apa ndak tau kewajiban muslim thd muslim yang lain tuh salahsatunya ya memakamkan jenazahnya. Dah jelas itu jenasah orang muslim. Terlepas apakah kelakuannya muslim atau ndak.. Emangnya yang udah pada dimakamin disono dijamin seratus persen kelakuannya muslim semua?
Trus he..he.. kenapa lagi ngomongin ginian? Ternyata terpengaruh berita boooo.. itu lho soal Ariel peterporn itu lho.. muncul berbagai isyu-isyu yang menurutku aneh bin ajaib dan nggak jelas juntrungannya, misalnya, konon katanya beberapa petinggi bandung ingin "mengusir" Ariel dari kota bandung, ingin dikeluarkan dari kota bandung. Lha apa salah dia? Kalo dia itu pacarnya banyak ya emangnya di Bandung yang pacarnya banyak cuma Ariel aja? Gemane kalo buat peraturan bahwa yang punya pacar lebih dari 10 nggak boleh tinggal di bandung? Lha gimana cara menerapkan praturan tsb ya?? Trus lagi, ada sentilan headline kecil yang aku baca di internet hari ini, katanya petinggi bandung juga melarang Cut Tari dan Luna Maya ke bandung. Iiih.. ngapain lagi.. apa salah dua orang itu thd bandung yak?? Kalo mereka berdua mau ke bandung, trus blanja blanji di FO, trus diikutin rame2 sama org2 laen, apa ndak untung Bandung? Lagian alesannya  melarang apaan sih? udah ada undang-undang tertulis apa?? Itu namanya hukuman masyarakat yang aku bilang tadi.. nggak jelas bener salahnya secara administratif, tapi stigma negatif sudah dijatuhkan. Bahkan menjalar ke orang-orang yang mungkin nggak ngerti juga duduk perkaranya, cuma denger buntutnya doang.. trus ikut-ikutan menghakimi.
Terlepas dari bener/nggak nya kasus Ariel-cut-luna tsb, gemane kalo kite dudukkan perkaranya sesuai dengan porsinya. Kalo mau diadili, ya adili aja sesuai porsi kesalahan, misalnya knapa lagi nggak tertib menjaga rahasia pribadi, dlsb. Jadi teringat kasus beberapa thn lalu yang menghebohkan tanah air "Bandung lautan asmara", yang memuat video klip dua mhs dari PT terkenal di bandung. Konon masyarakat rame-rame menghujat, tapi juga berbondong-bondong nonton..idiiih.. ndak malu ya.. menghujat sambil nonton?? Trus yang hebohnya, tuh dua anak konon kena sanksi dari kampus masing2.. lha.. kalo mereka2 yang nggak ketauan gimana pak?? Salahnya mereka tu sederhana aja, knapa lagi berakting di kamera pake kaos kampus masing-masing.... jadi kalo nggak pake kaos kampus, ndak ketauan lah mereka asal usulnya. Yang lebih payah tuh, tempat video itu dipindahkan ke VCD juga ikut kena getahnya. Kalo ini aku rada setuju, soale ternyata yang bersalah tu karyawan tmpt transfer VCD itu, yang iseng2 nyimpen rekaman tsb dan memperbanyak buat temen2nya, ndak taunya  nyebar ke seantero nusantara. Tapi, knapa pula pemilik usaha VCD tsb ikut2an diseret ke polisi?  Aku ndak setuju, karena setelah aku kenal baek2 (ternyata pemilik usaha VCD itu mahasiswaku..ow..ow.. harusnya dipuji dong.. punya semangat wiraswasta.. bukan kasus VCD itu lho!! emang dia itu punya usaha transfer VCD, jadi ya setiap ada orang mau transfer VCD, nggak diliat apa isinya, ya dia kerjain lah..!!), ternyata pemilik usaha VCD ini nggak ada urusannya karena yang ngerjainnya itu karyawannya. Tapi menurut pengakuannya, gara-gara kasus itu dia nyaris bangkrut. Selain kudu bolak-balik ke the police, dia juga disebut2 di berita koran, shg bnyk kliennya yang jadi sinis, dlsb. Deuh.... hukuman masyarakat lagi..!!
Terakhir, ini cuma sekedar info aja, aku sempat ketemu langsung sama orang yang tersandung kasus plagiat yang menghebohkan itu lho. Yang konon sanksinya gelar doktornya dicabut. Padahal aku sendiri secara pribadi menganggap urusannya sudah selesai, apapun kesalahan dia, dia sudah membayarnya. Bayangin, apa ndak berat bayarannya? Gelar doktor yang sudah susah payah diperjuangkan, menghabiskan biaya besar, mungkin puluhan juta, mengundang banyak orang waktu sidangnya, dlsb-dlsb.. Bahkan aku pernah liat ada satu PTS lumayan ngetop di bandung yang memajang gede-gede ucapan selamatnya waktu salah seorang petinggi mereka lulus doktor..(deuh.... kebayang kalo semua PTS kayak gini, meureun tukang bunga di jl.Wastukencana laku...!!!).  Trus tiba-tiba gelarnya dicabut, udah gitu dicabutnya dibilang-bilang lagi di berbagai media. Lha gimana ya rasa orang tsb?? Emang sih.. nyontek itu kalo ndak dihukum berat mungkin nggak kapok.. (kecuali kalo korupsi, dihukum kayak gimana juga nggak kapok ya?) Tapi dampaknya itu lho.. semua orang yang ngerasa pernah berurusan dengan orang ini kayaknya merasa perlu  membuat pernyataan, yang rata-rata bernada negatif, bahkan bikin pernyataan bahwa mereka nggak berurusan lagi dengan orang tsb. Padahal kalo berurusan sebatas urusan bisnis dan pekerjaan kan nggak apa-apa, apalagi sebage manusia biasa... ndak apa2 kan??
Trus... suatu hari aku ketemu beliau bersama keluarga, istri dan anak2nya. Kebetulan aku kenal istrinya. Layaknya ketemu keluarga, apalagi ketemunya di taman bermain anak-anak, ya pasti lah.. bersapa santun bertanya soal anak ini itu. Lah.. terus terang aku agak kaget melihat sikap sang bapaknya yang sepanjang ketemu tsb hampir tidak berani menghadapkan wajahnya ke arahku, bahkan sekedar menyapa bapak-bapak yang laen juga misalnya.  Sepanjang waktu beberapa kali ketemu, sedapat mungkin beliau selalu memandang ke arah laen. Aku cuma me"rasa" ada beban yang berat dalam komunikasi tsb. Seolah-olah aku merasakan bahwa dia si kayaknya pengennya jangan sampe ketemu siapapun yang pernah dikenal sebelumnya. Mungkin pindah aja ngkali ke Nepal atau Timbuktu?.  Jadi, ternyata hukuman masyarakat itu lebih kejam dari hukuman administratif manapun. Lebih kejam dari penjara, bahkan lebih kejam dari hukuman mati. Lha buktinya, wong udah jadi jenazah aja koq bisa2nya mereka menolak utk dimakamkan di kampungnya sendiri.... deuh aya-aya wae..!!
Bukannya aku berlagak sok membela mereka-mereka lho. Semua orang bisa melakukan kesalahan. Tapi kalo menghukum, kalo iya kita memang berhak menghukum, mbok ya... pake hati nurani lho....!! Letakanlah segala sesuatu sesuai porsinya, jangan membuat generalisir, jangan maen stereotype, trus langsung menjatuhkan cap... dhuess..dhuess... gitu...!! Trus yang penting, meureun kudu sering-sering ngaca, seberapa persen kesalahan orang tsb mungkin merupakan kesalahan dan kelemahan kita juga...he..he.. (ah sok lu..!! belagu!! sok imut!!)

Wednesday, August 4, 2010

The first (and hope it is not the last) conference at KL - IIWAS 2009

Sekedar bukti, kalo dah ikut event nginterlokal, karya tulis kita bisa mejeng disini nih..!! Sebenernya diriku nyang ndeso ini juga ndak nyangka bahwa hasil karya tulis tsb bakal dipejeng di portal ini. Jadi kalo rada-rada ngaco bahasa inggrisnya, mohon-mohon dipersorry-sorry jek..!! emang gue cewek ndeso.. (lho koq jadi kayak lagu keong racun??)
image
O iya, berhubung waktu ke event ini aku pergi dengan MANTAP (maju tanpa persiapan), maka aku ndak bawa apa-apa, kecuali beberapa cuil baju dan perlengkapan seadanya yang match dalam satu ransel kecil. Maka, nyaris nggak ada putu-putu khas kalo orang ke KL misalnya depan tower petronas dlsb. Tapi, setelah beberapa saat menunda-nunda untuk narsis, akhirnya aku share juga beberapa foto yang didonlot dari situs resmi panitia, tentunya diambil dari foto-foto panitia yang "secara ndak sengaja" moto aku juga. ini beberapa foto tersebut:
Waktu photo group, hari pertama, posisi paling kiri, mojok, pake kerudung oranye, di sebelah kiri mbak-mbak londo yang lagi duduk.
image
Lagi dengerin tutorial, yang blasss abiess.. ora ngerti ..!! he..he.. makanya nampak terlihat serius. Kiri kanan diapit oleh orang dari Iran (kalo ndak salah inget), trus bapak-bapak yang paling kanan mungkin sejenis selebritis dari UIN, tapi aku ndak sempet tanya sapa namanya.
image
Ini pas giliran gw presentasi. Sumpeh..!! gemeteran abies.. Inggrisnya langsung belepotan. Ndak tau yang ngedengerin pada ngerti atau enggak..! Moderatornya kalo ndak salah dari Arab, makanya bisa mengucapkan namaku dengan lekoh dan akurat.
image
Waktu itu kebagian presentasi pas udah makan siang, di KL ujan derass banget, makanya jendela di samping sampe blur kena semprotan air hujan. Si moderator nanya ngkali-ngkali ada yang mau tanya. Dalam hati aku berdoa, mudah-mudahan nggak ada yang tanya-tanya.  Takut belepotan njawabnya. Si babeh brewok yang duduk paling depan keliatan mau tanya, tapi ndak jadi. Yang tanya malah si oom yang duduk di belakangnya, kalo ndak salah do'i dari Myanmar.
image
Nah ini foto hari ketiga, Seperti biasa serius ngedengerin presentasi, soal ngerti kagaknya si.. jangan tanya deh..!! Dari sorot matanya keliatan kan kalo gue lagi bingung abiees...he..he..
image
Di foto ini, cuma keliatan penampakan sedikit, di pojok kanan, keliatan kalo gue lagi ngegossip sama si oom brewok yang duduk di sebelah, Si Oom dari Austria, dan doski sibuk ngejelasin topik penelitiannya. Biar nggak keliatan so stupid, gw pura2 perhatian dan tanya-tanya... Padahal?? auk ah.. gelap!!
image
Nah cuma segitu yang didapat dari situs IIWAS 2009. Selebihnya ada beberapa foto di rekan-rekan peserta, cuma gw agak segen minta filenya, takut dibilang narsis bin pe-de abies.. !!

Thursday, July 1, 2010

Segitulah Rejekimu

Hari ini, setelah berhari-hari mengejar beberapa orang, mengudek-udek dokumen yang entah dimana, meng-sms dari mulai bahasa sopan sampe bahasa penuh ancaman, akhirnya aku berhadapan face-to-face dengan salah satu my old friend.
Alkisah, kira-kira nyaris setaun yang lalu aku dan si my old friend ini mengerjakan sebuah proyek berjudul teaching grant, begimane ceritanya.. ya nanti deh kapan-kapan aku ceritain. Intinya.. nilai proyek teaching grant tsb, sesuai yang tertera pada proposal yang aku juga ikut ngetik (bodonya.. waktu itu aku nggak baca apa aja isi detilnya), sebesar 50jeti. Wow.. nilai yang pantastik, very dramatic, and sangat bombastic gitu lah menurut ukuranku yang rakyat jelata ini.
Pada awalnya aku berharap banyak bisa mencicipi duit tsb. Tapi, seiring dengan waktu, makin lama harapan itu makin pupus, karena sampe akhir bulan kemaren tak kunjung ada kejelasan berapa dan kapan bagian kue tsb bisa aku nikmati. Suatu hari, secara tidak sengaja aku ngobrol dengan seseorang yang lumayan kompeten, utk tanya2 kira2 duit segitu tu udah rilis berapa aja?? jawabnya, dah sekitar 40jeti..Wow.. keren..!! kok bisa2nya aku ndak dapet yak? Maka strategi awal mulailah aku tebar sms-sms penuh serangan ke teman lama tsb. Mula-mula don't waro, tapi akhirnya sms semakin gencar dan bernada semakin keras, lalu timbullah salah satu reply "OKe.. nanti sy siapkan uangnya!".. wow.. meski nggak jelas.. tapi sudah senang.. ya sudah ada harapan..!!
Seminggu berlalu, ndak ada kejelasan lagi dari sang teman lama.. kemana si? kapan si? ndak tau juga la... beberapa sms dikirim tapi ndak pernah ada jawaban. Akhirnya di salah satu smsku aku keluarkan semacam deadline... "bisa nggak kamis ini.. lagi butuh ni!!". he..he.. itu juga keukeuh ndak ada jawaban...
Hari ini, aku telpon si teman lama, tak diangkat, sms juga si kuncennya yang selalu setia duduk di depan pintunya, tak dijawab juga, sms si teman lama dengan nada halus, tak dijawab juga, akhirnya mulai deh habis kesabaran, dan kukirimlah sms dengan nada suudzon dan sedikit ancaman, kalo dia ndak bales-bales.. 'kemana atuh saya kudu bertanya?'.. nah.. kali ini sms berhasil, muncul jawaban "saya ada di ruangan jam 10.30".  Hm.. knapa si orang baru reply setelah muncul ancaman, sepagi ini aku kirim 3 sms penuh ancaman, 2 akhirnya berbalas.. (dih... dasar agressor..!!).
Jam 10.39 aku telpon, no answer, di sms juga no answer. Jam 11.05 aku telpon, no answer, tapi tiba2 doski telpon balik.. oke.. deal. aku berkunjung ke ruangannya. Tanpa banyak basa-basi, aku membagi-bagi rencana percakapan dalam beberapa item. Pertama, soal dokumen laporan, yang kemaren aku ubek-ubek disertai dengan beberapa ancaman, ternyata akhirnya muncul juga di meja dia.. lha koq bisa..?? Kedua.. soal dokat itu.. Aku minta dia keluarkan angka.. keluarkan rincian kasar dan rekapitulasi, dipake naon wae seeeh duit sakitu teh?? (tapi wajahku manis lho waktu mengucapkan ini.. nggak percaya?? duh sayang aku ndak suka difoto!!).
Dan, dia mengambil secarik kertas putih dan mulai menulis..
Oke.. gini ceritanya, duit itu kan 50jeti? Oke?? Sudah dicairkan total 40 jeti, OK? waktu pencairan awal dipotong 5jeti..
Waaak??? dipotong apaan??
Pajak ceunah.. !!
Pajak naon??
duka tah.. pokonamah pajak we.. aya da bukti kertasna..!! (sambil nggak diliatin..!) ya udah.. percaya aja deh..!!
Trus??
tah.. kemudian ada potongan lagi di struk gaji saya, potongan pph cenah, sebesar 5%.. (sambil dia nanya keras ke asistennya, dan asistennya mengiyakan..!!) Oke lah.. langsung kalkulator jalan. berarti 2 jeti tah.. berarti total sudah berkurang 7 jeti..
trus??
nah 3 jetinya saya kasiin ke mhs yang mau bikin CD interaktif, si Bejo itu lho..!!
Udah jadi CDnya?
Udah...!! (nggak jua diliatin..!!, bodo lah..!!)
trus??
nah sisa sabaraha ayeuna..?? 29 jeti kan?? nah ini yang akan dibagi.. tapi ada note dari keuangan, jika di hari kemudian (eh.. salah..!!) kemudian hari ada audit dan ternyata kita nggak bisa bertanggung jawab, kudu mbalikin!!!
Apa ukuran tidak bertanggung jawab itu?
Ndak tau sayah juga.. dan nggak dijelaskan apa ukuran tanggung jawab or tidak tanggung jawab, pokoknya siap-siap aja kalo ada audit..!! Auditnya juga nggak jelas kapan...!!
Oh.. (emang gue pikirin...!!)
Truss???
Nah.. 29jeti itu gimana kalo kita bagi dengan komposisi sbb : peneliti I 60%, peneliti 2 (maksudnye sayah..!!) 40%?? nah si mhs yang kita pake namanya nggak usah dikasih lah..!!
Ya iya lah.. lha wong dia nggak ngerjain apa2.. kan gw yang cape mikir, ngetik, mengarang indah malem-malem, berdebat kusir dengan reviewer, berpanas-panas berburu ttd reviewer...!! Oke. jadi gw dapet berapa nih..
bentar ya.. hm.. (coret-coret..itung..itung..!!), jadi didinya dapet 11.6jeti..!!
Hm.. dibulatkan atuh jadi 12jeti kumaha, nu 400 na itung2 buruh urang ngetik dlsb..!
Buat SAP, GBPP, modul dlsb nggak diitung apa??
Nggak bisa, cenah, kata panitia nggak bisa, itu dianggap sebage kerja bakti ajah!!
Ow.. oke lah... sok lah.. teu nanaon dapet segitu oge..!! Mana atuh??
Ieu.. 2.5 jeti heula.. nu sesana engke minggu depan...!!
Haaaarrrr....!! ya udah.. (dalem ati.. daripada nggak dapet..!!) gw embat juga tuh amplop, itung..itung..itung. ya sudah.. terima saja.. dengan rasa syukur "Alhamdulillah.."
Segera aku berlalu dari ruangan sang teman lama. Meski masih menyimpan berjubel pertanyaan, aku berusaha bernafas lega, berfikir positif dan mestinya bersyukur..!! Untunglah bukan aku yagn memutuskan pembagian uang tsb.. jadi in case ternyata ada bagian aku yang di"makan" sang teman lama.. biarlah itu jadi urusan dia sendiri..!! Biarlah aku menikmati rejekiku sendiri.. emang mungkin seginilah rejekiku..!! Mudah-mudahan ini jadi sesuatu yang membawa barokah.. Soal apa bener itung2an dia.. apa dia ambil jatah aku.. meneketehe...!! Aku ikhlas sajah.. toh nanti mungkin akan ada jalan rejeki lain dari Allah Swt, buat aku dan keluarga..!!

Ujian Online

Banyak situs ujian online, tapi, secara pribados, saya paling sering menggunakan Classmarker. Gimana caranya..?? Ok, ada beberapa tahap ...